Thursday, July 30, 2015

INSIDE OUT : CAN'T WAIT TO WATCH THIS MOVIE

2015 ini tahunnya film. Avengers : Age of Ultron, Furious 7, Jurassic World, Ant-Man, Kingsman : The Secret Service, Pitch Perfect 2 adalah segelintir film yang sudah tayang hingga pertengahan tahun 2015 ini. Belum lagi film-film yang masih duduk manis di dalam waiting list : Mission Impossible, Fantastic Four, Hitman : Agent 47, Maze Runner : The Scorch Trials, Spectre dan The Hunger Games : Mockingjay part 2. Dari sekian banyak film yang menggoda untuk ditonton, ada satu film yang secara pribadi pengen banget saya tonton. Tak lain dan tak bukan : Inside Out.

Inside Out bukan fillm sequel seperti Maze Runner atau Hunger Games yang sudah punya nama dan penggemarnya sendiri. Saya sendiri baru tahu keberadaan film garapan Disney Pixar ini pas nonton Ant-Man. Yap, ada trailer Inside Out sebelum film Ant-Man diputar. Lalu, apa yang bikin saya ngebet banget buat nonton film ini? Bukan karena film ini dikerjakan oleh Disney Pixar, bukan pula karena aktornya, bukan pula karena ini film kartun. Tapi karena premisnya. Premis atau ide cerita dari Inside Out ini menarik banget! Dan bisa dibilang mind-blowing!! Idenya merupakan hal yang sangat dekat dengan kehidupan setiap orang di muka bumi. Semua orang pasti pernah mengalaminya, tapi mungkin hanya sedikit yang tertarik dengan hal ini. Inside Out is a movie about our feeling and emotion!!

Everybody got their own feeling and emotion. Since their first day on earth until their time’s up. Dan Inside Out ini coba menjelaskan bagaimana sebetulnya sistem kerja emosi dan perasaan di dalam kepala manusia. Have you ever wonder who’s speaking inside your head? Is there someone there? Who’s responsible for random thought like : I think I want pizza or what if people’s around me hate me? If you are really curious about it, maybe you should watch Inside Out!! Saya langsung tertarik dengan film ini setelah trailernya dibuka dengan kalimat “Do you ever look at someone and wonder : What is going on inside your head?” Pikiran yang terlintas pertama kali di pikiran adalah : FILM INI KEREN BANGET IDE CERITANYA!! Ide yang mungkin sama sekali ga kepikiran oleh orang, tapi justru sangat dekat dengan kehidupan kita. Dalam hati saya langsung berencana untuk googling film ini selepas nonton Ant-Man. Dan ternyata Inside Out ini dapet rating yang tinggi dari Rotten Tomatoes! Beberapa situs psikologi juga memberikan review bagus mengenai Inside Out. Salah satunya reviewnya bisa dicek di sini

Inside Out bercerita tentang isi kepala dari Riley, seorang gadis kecil berumur 11 tahun. Di film ini digambarkan bahwa emosi dan perasaan manusia dipengaruhi oleh lima karakter : joy, disgust, sadness, anger dan fear
Semua orang memiliki lima karakter ini, dan setiap emosi yang terjadi pada diri kita dipengaruhi oleh mereka-mereka ini. The main character is Joy, not Riley, one of the emotion inside our head. Inside Out juga menggambarkan bagaimana sistem kerja otak kita. Bagaimana kita berimajinasi, bagaimana mimpi dibuat atau bagaimana kita mengingat kenangan. Semua digambarkan dengan cara ringan dan colorful. Sesuai dengan karakter Disney Pixar selama ini. Well, kurang lebih itu gambaran yang saya dapat setelah browsing sana-sini tentang Inside Out ini. Sekarang satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah duduk manis menanti tayangnya Inside Out di Indonesia. Kabarnya sih film ini akan mulai tayang 19 Agustus 2015. Semoga nggak telat. Btw, adakah yang mau nonton Inside Out sama saya? Karena di dalam kepala sudah mulai ada yang bertanya, “MAU NONTON AMA SIAPA WOY? DASAR JOMB………” 

Monday, July 27, 2015

Adu Jotos atau Adu Jempol?

Jaman udah berubah. Banyak hal yang berubah. Sama kaya orang pacaran yang dulunya sayang-sayangan, begitu putus jadi musuhan. Yang ga berubah hanya rasa cintaku padamu ~ Baiklah, abaikan yang terakhir. Tapi emang beneran jaman udah banyak berubah. Terutama setelah dunia ini diinvasi oleh teknologi bernama smartphone dan internet. Sekarang baca berita ga perlu beli koran, nyatet materi kuliah buat contekan juga ga perlu pake kertas. Semua bisa dikerjakan secara digital. Thanks to our smartphone for making all those possible. Berita tentang krisis Yunani bisa diakses sama anak SMP di kota Sleman secara instan. Thanks to internet for making it possible.
Smartphone dan internet. Pasangan ini membawa perubahan yang dahsyat banget buat kehidupan kita. Banyak pergeseran nilai dan perilaku yang terjadi gara-gara kehadiran pasangan maut ini. Salah satunya adalah : ciri-ciri orang yang ditakukin. Di sekolah pasti ada satu anak bengal yang hobi banget bikin onar. Anak macam ini pasti terkenal baik di kalangan guru  maupun siswa. Bukan, bukan karena prestasinya. Tapi karena dia pasti sering keluar masuk ruang guru. Dan yang pasti spesies kaya gini ditakutin banyak siswa. Rata-rata pada takut diajak berantem atau tiba-tiba dibegal di jalan kalau macem-macem ama si bengal ini. Coba ingat-ingat karakter anak bengal di sekolah dulu, deh. Pasti tipikal alias hampir sama. Badan tinggi gede, seragam ga pernah dimasukin, jarang bawa tas (kalau bawa juga pasti ga ada isinya), rambut panjang (melebihi standarisasi sekolah mengenai panjang rambut yang diijinkan) dan yang pasti jarang nongol di kelas karena hampir tiap hari bolos. Kalau kamu punya temen dengan ciri-ciri kaya gini, kamu harus berbangga karena bisa jadi temen kamu itu punya reputasi yang menyeramkan di sekolah dulu. Anak bengal macam ini, cuma jalan di koridor sekolahan aja udah bikin siswa lain minggir berusaha ngasih jalan. Yang pada duduk berjubel di kantin, liat si bengal ini dateng langsung pada angkat pantat memberikan tempat buat dia. Yah, kira-kira kaya gitu deh ciri-ciri orang yang ditakutin siswa.
Tapi, itu dulu. Jaman dulu orang takut karena kondisi fisik (badan gede, tatoan, rambut gondrong, dll). Jaman sekarang orang takut karena pengaruh. Yap, di era modern ini orang lebih takut sama account twitter dengan follower jutaan daripada sama cowok gondrong tatoan. Kenapa oh kenapa? Karena cowok gondrong tatoan paling cuma bisa malakin. Tapi account twitter dengan jutaan follower bisa menyebarkan suatu pesan ke jutaan pengikutnya hanya dengan bermodalkan jempol dan koneksi internet. Dahsyat!! Bayangkan, kalau misalnya kita berantem ama cowok gondrong bertato, paling cuma digebukin (yakali digebukin dibilang ‘paling’). Efeknya paling luka-luka, atau paling mentok dirawat di RS. Seminggu juga sembuh. Tapi kalo kita sampe bermasalah sama selebtwit, perkaranya bisa panjang. Bisa aja si selebtwit ini akan mengupload foto jaman kita masih alay di twitternya. Yang kemudian akan dilihat oleh jutaan followernya. Kalau misalnya followernya nge RT foto kita, maka follower dari follower si selebtwit ini jug akan melihat foto aib kita. Kemudian nama kita akan tercoreng gara-gara foto alay kita beredar bebas di Twitter L Sorry kalau contohnya agak ngaco, tapi kira-kira kaya gitu gambaran betapa menakutkannya orang dengan follower banyak. Orang dengan follower banyak bisa menggerakkan followernya buat melakukan sesuatu atau setidaknya merubah pola pikir followernya. Contoh yang baru aja kejadian sih pas @Shitliciour di Twitter mulai cuap-cuap pakai #hapuskanOSPEKsampah. #hapuskanOSPEKsampah ini tujuannya buat menyadarkan masyarakat kalo ospek yang isinya cuma tugas ga penting, bullying dan hal-hal ga penting lainnya itu sama sekali ga memberi dampak positif buat siswa. Kenapa OSPEK ga diisi dengan kegiatan positif aja? Kira-kira begitu tujuan dari hashtag yang diinisiasi oleh @Shitlicious ini. @Shitlicioius, dengan follower sekitar 600 ribu an berhasil bikin #hapuskanOSPEKsampah ini jadi TT Indonesia dalam jangka waktu yang singkat. Coba bayangin kalau yang ditwit @Shitlicious ini foto aib kita!! Terus foto kita jadi TT Indonesia!! Mau ditaruh dimana muka kita?! Sebaliknya, kalau yang ditwit @Shitlicious adalah kebaikan kita dan jadi TT Indonesia juga, mungkin kita bisa dapet pacar. Mungkin, ya. Baru mungin . . .
#hapuskanOSPEKsampah jadi TT Indonesia
Jadi, pilih adu jotos sama cowok gondrong tatoan atau adu jempol sama selebtwit? Kalau abang sih lebih pilih ngajak serius kamu aja, dek ~